Jumat, 19 Maret 2010

Pengikut Yesus yang sejati …




Matius 4:18-22 Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.

Kadang-kadang gereja kelihatannya tidak ada hubungannya dengan kehidupan sehari-hari. Padahal yang diperlukan sekarang, orang ingin melihat orang Kristen sejati, yang dapat menghubungkan activitas gereja dengan kehidupan sehari-hari. Mengapa akhir-akhir ini orang tidak tertarik kepada gereja? Karena gereja dianggap tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan masyarakat di sekitarnya sekarang. Gereja harus dapat membuktikan kegunaannya dengan memanggil manusia sebagai pengikut Yesus.

Apakah kita sudah menemukan Yesus yang sejati? Ada banyak lagu yang menggambarkan bahwa Yesus itu baik, aku cinta Yesus, nama Yesus itu menara yang kuat, yang dinyanyikan di gereja. Tetapi di luar hari Minggu yang menyanyikan lagu-lagu itu bertindak jauh berbeda dengan lagu-lagu yang dinyanyikan di gereja.

Dalam Matius 4:18-22 tadi, kita lihat mereka adalah pengikut Yesus sejati, mereka pergi kemana saja yang Yesus suruh. Ketika Yesus sedang berjalan di tepi danau Galilea, Dia melihat Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya. Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." Dengan segera mereka meninggalkan jalanya, dan mengikut Yesus. Dari situ, dilihat-Nya saudaranya Yakobus dan Yohanes. Mereka sedang di perahu bersama ayah mereka Zebedeus, membereskan jalanya. Yesus memanggil mereka, dan dengan segera mereka meninggalkan perahu dan ayahnya, mengikut Yesus.

Pengikut yang sejati akan menyerahkan segalanya yang diminta Yesus.

Apa yang Yesus minta dari kita? Biasanya Yesus minta kepada kita, apa yang kita pegang dalam hidup ini. Dia akan minta kita menyerahkan apa yang tidak ingin kita serahkan. Karena yang kita pegang dalam hidup kita itu yang menguasai kita!

Dalam ayat tadi, orang-orang yang dipanggil Yesus dapat saja berkata, aku lebih suka jadi nelayan yang mencari ikan. Dan mereka berkata bahwa firman Allah sudah kehilangan pengaruhnya. Mungkin dari kita berkata, aku lebih baik kerja cari duit dulu, atau aku lebih suka main golf dulu.Apakah yang Yesus minta untuk kita serahkan, telah kita lakukan?

Pertanyaannya sekarang adalah, apakah hubungan kita dengan Yesus itu intim atau tidak?


Menjadi pengikut Yesus yang sejati, perlu pengorbanan. Mungkin uang kita, mungkin waktu, mungkin hal-hal yang lainnya. Karena ada hal yang lebih nyata dari mengikut Yesus. Kita tidak akan menjadi pengikut Yesus yang sejati kalau kita tidak menyerahkan apa yang Yesus minta.

Pengikut Yesus yang sejati hanya bergantung pada-Nya.

Apakah kita sudah belajar untuk bergantung pada Yesus, dalam segala hal dalam hidup ini? Jika kita ingin mengalami hidup yang benar, kita harus belajar menyerahkan segala-galanya, dan bergantung pada Allah atas semuanya. Kita harus bermotto: Aku orang lemah ditangan Allah yang kuat! Allah tidak tertarik kepada apa yang mampu kita lakukan, Dia tertarik kalau kita percaya dan bergantung pada-Nya.

Bayangkan, murid-murid pertama-Nya, mereka bahkan tidak membawa ikan hasil tangkapannya, pada waktu mereka ikut Yesus. Percaya 100% pada Yesus, memberikan kepada mereka hidup yang seutuhnya. Percaya sepenuhnya memberikan pengharapan yang sebenarnya.

Murid-murid-Nya itu tidak hanya sekedar ingin tahu Yesus, tapi yakin akan Yesus dan berkomitmen untuk menjadi murid-Nya.

Pengikut Yesus yang sejati, harus punya komitmen. Yesus minta komitmen kita dan pengorbanan kita yang Dia minta. Kita harus bersedia menyerahkan yang Yesus minta demi panggilan kita.

Pengikut sejati pergi kemana pun Yesus pimpin.

Apakah kita bersedia pergi kemana pun yang Yesus suruh kita pergi? Kalau hal itu benar-benar terjadi, pasti ladang misi akan penuh, dan impeknya pada dunia ini. Apakah hidup kita sudah kita serahkan pada Yesus sepenuhnya? Hasil dari menyerahkan hidup kita pada Yesus, mungkin berupa pekerjaan yang berbeda, gaya hidup kita jadi beda, mungkin juga ikut serta berperan dalam masyarakat di sekitar kita, kita menyerahkan yang sangat berharga dalam hidup kita.

Yesus masih memerlukan orang yang mau ikut Dia sampai ke ujung dunia. Untuk menjadi pengikut-Nya yang sejati kita perlu mengambil keputusan untuk mendedikasikan hidup kita pada-Nya dan bergantung sepenuhnya dalam hidup ini kepada-Nya.

Yesus sudah tebus dosa-dosa kita, marilah kita komit untuk jadi pengikut-Nya yang sejati. Cari Kerajaan-Nya terlebih dahulu dan kebenarannya, pasti kita dipulihkan dan hidup dalam kelimpahan.

See also http://be-silent.page4.me

Foto: Lowrey & Prima J. Silaban – GBI Rayon 1D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar