Minggu, 31 Januari 2010

Janda, buli-buli minyak dan Tuhan.



Cerita yang menggetarkan ini tentang bagaimana Allah mendengar jeritan janda miskin, memberkati kehidupan kita sekarang. Marilah kita simak akan beberapa hal:

Seorang nabi di Israel mati, meninggalkan hutang, istrinya kebingungan karena penagih hutang datang untuk mengambil kedua anaknya yang mau dijadikan budak. Dengan putus asa si janda itu berkata kepada Elisha: ”Suamiku sudah mati…..” [2 Raja-raja 4:1-7]

Nabi Elisha yang setia kepada Allah dapat memberikan solusi kepada janda itu yang ditunjukkan Allah kepadanya! Puji Tuhan, selalu ada jalan keluar bagi anak-anak Allah kalau kita datang dan percaya kepada Allah!

Janda itu datang kepada Allah melalui nabi-Nya dan Allah menunjukkan jalan keluarnya. Mazmur 50:15 Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku."


Apa yang kita punya itu sudah cukup bagi Allah.

Elisha bertanya kepada janda itu: “Apa-apa yang kau punya di rumahmu?” Dengan kata lain, apa pun juga yang ada di rumahmu, itu sudah cukup bagi Allah! Di rumahnya hanya ada sebuah buli-buli berisi minyak. Allah dapat melipat gandakan minyak itu!

Luar biasa dapat menyadari bahwa Allah itu Mahadahsyat. Dia yang menguasai setiap keadaan! Orang-orang Kristen adalah orang-orang yang hidupnya di bawah kasih karunia Allah!

Allah memberi pelajaran bagi kita, bahwa berapa pun yang kita punya, itu tidak ada pengaruhnya bagi Allah! Masalahnya, adalah: apakah kita menyerahkan apa yang kita punya kepada Allah atau tidak!

Allah menghendaki bejana-bejana yang kosong!

Elisha berkata: "Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, …” Kelihatannya tidak masuk akal, pinjam bejana-bejana kosong! Tetapi setiap orang yang mau mendapat pertolongan dari Allah, harus menyediakan bejana – atau dirinya yang kosong! Jangan datang kepada Allah dengan kepandaiannya sendiri, atau programnya sendiri. Tapi kita harus berserah kepada Allah! Ini juga merupakan test bagi iman kita, apa kita mempercayakan hidup kita sepenuhnya kepada Allah. Mungkin tetangga-tetangga janda itu menertawakan dia. Mungkin orang-orang di sekitar kita menertawakan kita. Justru di disitulah iman kita diuji! Biarlah kita seperti janda itu, menyediakan bejana yang kosong bagi Tuhan – biar diisi Tuhan!

Mujizat terjadi di belakang pintu yang tertutup! Mujizat itu tidak dilihat oleh orang luar. Banyak orang di luar sana yang beranggapan bahwa mujizat Tuhan sudah berhenti, karena mereka tidak pernah mengalaminya.

Minyak itu memenuhi semua bejana yang kosong, lalu berhenti.

Ketika semua bejana yang dipinjam janda itu diisi penuh dengan minyak, kemudian minyak itu berhenti mengalir. “Ambil bejana yang lain” kata janda itu. Anaknya menjawab: “Sudah tidak ada bejana yang kosong lagi.” Bila bejana kosong sudah tidak ada lagi, maka mujizat Tuhan berhenti!

Kemudian janda itu dapat membayar hutangnya dan hidup dari selebihnya minyak itu.

Apakah kita dalam kesulitan ekonomi sekarang? Minta dipulihkan Tuhan, agar hidup kita selanjutnya berkelimpahan. Apa yang ada pada kita, serahkanlah kepada Tuhan. Punyailah iman, bahwa Tuhan sanggup mengadakan yang ada dari yang tidak ada! Tuhan itu sangat mengasihi kita. Dia ingin kita sehat, intim dengan Tuhan dan diberkati secara materi agar kita juga menjadi berkat bagi orang lain. Punyailah hubungan yang intim dengan Tuhan supaya hidup kita dipulihkan dan berkelimpahan!

See also http://be-silent.page4.me

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar